PENGERTIAN, LATAR BELAKANG, DAN KEDUDUKAN BIMBINGAN DAN KONSELING

KOMPETENSI DASAR

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa di harapkan dapat menjelaskan konsep dasar, latar belakang dan kedudukan bimbingan dan konseling dalam kerangka pendidikan.

DESKRIPSI

Untuk mencapai kompetensi dasar tersebut ,dalam bab ini akan dib ahs serangkaian materi pembeljaran, yaitu meliputi pengertian bimbingan beserta unsur-unsur pokok bimbingan, pengertian konseling dan dilanjtkan pembahasan tentang persamaan dan perbedaan antara bimbingan dan konseling. Adapun factor-faktor yang meltar belakangi perlunya bimbingan konseling  :1. Latar belakang psiologis, 2. Latar belakang sosiologis, 3. Latar belakang cultural, 4. Latar belakang pedagogis. Pada Akhir bab ini akan di bahas kedudukan nimbingan dan konseling dalam pendidikan di sekolah.

  1. Pengertian Bimbingan

Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari istilah “Guidance and Counseling “maka sesuai dengan istilahnya maka bimbingan dapat di artikan secara umum sebagai suaru bantuan. Namun untuk pengertian  yang sebenarnya tidak setiap bantuan adalah bimbingan. Misalnya guru membisikkan jawaban pada suatu soal ujian pada waktu ujian,agar siswanya lulus,tentu saja “bantuan “itu bukan bentuk bantuan yang di maksud bimbingan.

Bimbingan atau Guidance merupakan salah satu bidang dan program dari pendidikan, dan program ini di tujukan untuk membantu mengoptimalkanperkembangan siswa.

Menurut Hamrin dan neriscon dalam Laksi (2003:1)”…bimbingan sebagai salah satu aspek dari program pendidikan di arahkan terutama pada membantu para peserta didik agar dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang di hadapinya saat ini dan dapat merencanakan masa depannya sesuai dengan minat,kemampuan dan kebutuhan sosialnya.

“Bimbingan merupakan bantaun yang di berikan oleh konselor yang memiliki kompetensi (professional) mengarahkan kehidupannya,mengembangkan pandangan hidupnya,menentuikan keputusan bagi dirinya,dan memecahkan masalah-masalah yang di hadapi,”(Laksmi,2003:3)

Dari berbagai pengertian yang di kemukakan para ahli tersebut,pada prind=sipnya mengandung berbagai unsure pokok sebagai berikut :

  1. Bimbingan merupakan suatu proses yang berkelanjuatan.
  2. Bimbingan merupakan proses membantu individu.
  3. Bantuan dalam bimbingan di berikan kepada individu baik perorangan maupun kelompok.
  4. Bantuan di berikan kepada semua orang tanpa kecuali.
  5. Bantuan yang di berikan bertujuan agar individu dapat mengembangkan dirinya secar optimal menjadi pribadi yang mandiri.
  6. Untuk mencapai tujuan bimbingan tersebut diatas, digunakan pendekatan pribadi dengan menggunakan berbagai teknik dan media bimbingan.
  7. Bimbingan di berikan oleh orang-orang yang ahli
  8. Bimbingan hendaknya di laksanakan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Berdasar atas cirri-ciri pokok diatas, maka yang di maksud dengan bimbingana adalah proses pemberian bantuan yang di laksanakan oleh seorang ahli kepada seseorang atau beberapa orang individu,bak anak-anak, remaja, maupun dewasa, agar orang yang di bombing mendapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri, dengan memanfaatkan kekuatan individu yang ada dan di kembangkan berdasar norma –norma yang berlaku.

  1. Bimbingan Konseling

Secara etimologis,istilah konseling berasal dari bahasa latin “consilum “ yang berarti “dengan “ atau “bersama “ yang di rangkai dengan kata “ menerima “ atau “memahami”,sebagaimana dengan istilah bimbingan,istilah konseling juga telah di kemukakakn oleh banyak ahli.

Menurut Bernard & Fulimer konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan – kebutuhan,individu,motivasi dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasi ketiga hal tersebut.

Masih banyak lagi rumusan pengertian atau definisi konseling yang di kemukakan oleh para ahli,namun pada dasarnya masing-masing rumusan konseling mengandung hal-hal pokok dasar .

  1. Konseling melibatkan dua orang yang saling berinteraksi dengan jalan mengadakan komunikasi langsung,
  2. Interaksi antara konseling dan konselor berlangsing dalam interaksi relative lama dan terarah pada pencapaina tujuan.
  3. Tujuan dari hubungan konselinga adalah terjadinya perubahan pada tingkah laku klien
  4. Model interaksi di dalam konseling itu terbatas pada dimensi verbal
  5. Konselor merupakan proses yang dinamis
  6. Konselig di dasari atas penerimaan-penerimaan konselor secara wajar tentang diri klien

Maka dari cirri-ciri diatas dpat di simpulkan bahwa konseling adalah suatu proses memberi bantuan yang di lakukan melelui wawancara konseling oleh seorang ahli yang bermuara pada teratasinya masalah yang di hadapi oleh klien.

Menurut Leona,E, Taylor (1953:2) ada lima karakteristik yang sekaligus juga merupakan prinsip-prinsip konseling. Lima karakteristik tersebut adalah :

  1. Konseling tidak sama dengan dengan pemberian nasehat
  2. Konseling mengusahakan perubahan –perubahan yang bersifat fundamental yang berkenaan dengan pola-pola hidup
  3. Konseling lebih menyangkut sikap daripada perbuatan atau tindakan
  4. Konseling lebih berkenaan dengan penghayatan emosional daripada pemecahan intelehtual
  5. Konseling menyangkut hubungan seseorang dengan orang lain.

Menurut George dan Christiani (1981:9) tujuan konseling adalah :

  1. Membangun mengubah perilaku
  2. Meningkatkan kemampuan individu dalam membina dan memelihara hubungan
  3. Meningkatkan efektifitas dan kemampuan kita
  4. Mengembangkan proses pengembangan pengambilan keputusan
  5. Meningkatkan potensi dan pengembangan individu

Lebih lanjut, George dan Christiani menambahkan beberapa hal yang mendasari berbagai karakteristik konseling :

  1. Konselinng berkenaan denga pemberian pengaruh dengan perubahan perilaku secara sukarela
  2. Tujuan dari konseling adalah menyediakan situasi yang mendorong terjadinyya perubahan secara sukarela pada konseling
  3. Konseling di arahkan bagi kepentinga klien
  4. Kondisi yang mendorong perubahan perilaku tercipta melalui wawancara
  5. Mendengarkan perlu dalam konseling,meskipun tidak semua konseling adalah mendengarkan
  6. Konseling berusaha memahami konseling
  7. Konseling berlangsung dalam situasi yang bersifat pribadi dan di jaga kerahasiaan data konseling.
  8. Persamaan dan perbedaan antara bimbingan dan konseling

Persamaan

Keduanya terletak pada tujuan yang hendak di capai, sama-sama diterapkan dlam program persekolahan,dan sama-sama mengikuti norma –norma yang berlaku di lingkungan masyarakat  tempat kedua kegiatan itu di selenggerakan. Dengan kata lain, bimbingan itu merupakan satu kesatuan dengan konseling yang mana konseling berada dalam kesatuan bimbingan tersebut.

 

Perbedaan

Terletak pada segi isi kegiatan dan tenaga yang menyelenggarakan. Dari segi sisi, bimbingan lebih banyak bersangkut paut dengan usaha pemberian informasi dan kegiatan pengumpulan data tentang siswa dan lebih menekankan pada fungsi pencegahan sedangkan konseling merupakan bantuan yang di lakukan dalam pertemuan tatap muka antara dua orang manusia yaitu antar konselor dan klien . Di lihat dari segi tenaga,bimbingan dapat di lakukan oleh orng tua,guru,wali kelas,kepala sekolah dan prang dewasa lainnya kepada individu (siswa) yang memerlukannya. Sedangkan konseling hanya dapat di lakukan oleh tenga-tenaga yang telah terdidik dan terlatih.

  1. Latar Belakang Perlunya Bimbingan dan konseling

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu bidang pelayanaan yang perlu di laksanakan di dalam program pendidikan. Kebutuhan pelaksanaan bimbingan dan konseling berlatar belakang beberapa aspek yaitu aspoek psikologis,sosiologis,cultural, dan paedagogies.

  1. Latar Belakang Psikologis

Berikut ini akan di uraikan mengenai beberapa masalah psikologis yang merupakna latar belakang perlunya bimbingan dan konseling sekolah.

  1. Masalah Perkembangan individu

Sejak individu terbentuk sebagai suatu oragnisme ,yaitu pada masa konsepsi yang terjadi dalam kandungan ibu,individu terus tumbuh dan berkembang.

  1. Masalah perbedaan individu

Keunikan dari individu mengandung arti bahwa tidak ada dua orang individu yang sama persis didlam aspek-aspek pribadinya,baik aspek jasmaniah dan rohaniah.

  1. Masalah kebutuhan individu

Kebutuhan merupakan dasar timbulnya tingkah laku individu.Individu bertingkah laku karena ada dorongan unuk memenuhi kebutuhannya.

  1. Masalah penyesuaian diri

Dalam prose pemenuhan kebutuhan dirinya,individu di tuntut mampu menyesuaikan antara kebutuhan dengan segala kemungkinan yang ada di dalamnya.

  1. Masalah belajar

Kegiatan belajar merupakan perbuatan inti. Dalam perbuatan beljar dapat timbul berbagai masalah baik bagi diri pelajar maupun pengajar (guru)

  1. Latar Belakang Sosial Budaya

Problema yang mucul akibat sampingan gaya hidup modern adalah :

  1. Ketegangan fisik dan psikis
  2. Kehidupan yang seba rumit
  3. Kekhawatiran/kecemasan akan masa depan,mungkin tidak manusiawinya hubiungan antar individu
  4. Makin tidak manusiawinya hubungan antar individu
  5. Merasa tersaing dari anggota keluarga dan anggota masyarakat lainnya
  6. Merenggangnya hubungan kekeluargaan
  7. Terjadinya penyimpangan oral dan system nilai
  8. Hilangnya identitas diri

Oleh karena itu sangatlah di perlukan adanya layanan bimbingan dan konseling di sekolah secara khusus di beri tugas dan tanggung jawab untuk memberi bantua kepada siswa dalam memecahkan berbagai masalah,baik maslah belajar,penyesuain diri,maupun masalah-masalah pribadi,yang apabila di biarkan akan menghambat tercapainya tujuan beljar dari siswa.

  1. Latar belakang Paedagogis

Secara sosial ada kecenderungan anak didik belum memiliki kemampuan penyesuaian sosial secara memadai. Sehubungan dengan hal itu,layanan bimbingan di rasakan amat berperan dalam membantu proses dan pencapaian tujuan pendidikan paripurna.

  1. Perkembangan Pendidikan

Pendidikan akan senantiasa berkembang dari saat ke saat sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lingkungan umumnya. Ciri adanya perkembangan adalah adanya perubahan-perubahan dalam berbagai komponen system pendidikan seperti kurikulum, strategi belajar pembelejaran,alat bantu belajar,sumbr-sumber dan sebaganya.

  1. Peranan Guru

Tuga dan tanggung jawab guru paling utama ialah mendidik yaitu membantu subjek didik untuk mencapai kedewasaan.

  1. Kedudukan Bk dalam pendidikan

Wilayah pembelajaran yang mendidik dan wilayah bimbingan dan konseling yang memandirikan

  1. Wilayah manajemen dan kepemimpinan

Wilayah ini meliputi berbagai fungsi yang berkenaan dengan tanggung jawab dan pengambilan kebijaksanaan serta bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan dan manajemen sekolah seperti perencaan,pengadaan dan pengembangan staf,prasarana dan sarana fisik dan pengawasan.

  1. Wilayah pembelajaran yang mendidik

Wilayah ini meliputi semua bentuk pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pengajaran yaitu penyampaian dan pengembangan pengetahuan,ketrampilan,sikap dan kemampuan berkomunikasi peserta didk.

  1. Wilayah bimbingan dan konseling yang memandirikan wilayah ini meliputu berbgai fungsidan kegiatan yang mengacu pada pelayanan kesiswaan secara individual agar masing-masing peserta didik dapat berkembang sesuai dengan bakat,minat,potensi dan tahap-tahap perkembangannya.
Perkembangan Optimum Siswa

 

 

 

Standar kompetensi kemandirian untuk mewujudkan diri (akademik,karir,sosial,pribadi)

 

 

 

(bimbingan dan Konseling)

Wilayah bersama guru dan konselor dalam memfasilitasi perkembangan peserta didik seutuhnya dan pencapaian tujuan pendidikan nasional Standar Kompetensi Lulusan mata pelajaran

( Pembelajaran bidang studi )

Wilayah Konselor                           Wilayah Penghormatan Bersama          Wilayah Guru

 

  1. Keunikan dan Keterkaitan Tugas Guru dan Konselor

Tugas-tugas pendidik untuk mengembangkan peserta didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus di laksanakan oleh guru,konselor,dan tenaga pendidik lainnya sebagai mitra kerja.Masalah-masalah perkembangan peserta didik yang di hadapi guru pada saat pembeljaran dirujuk kepada konselor untuk penangannya.

Dibandingkan dengan seorang psikolog,seorang konselor meikul tugas dan tanggung jawab untuk menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling komprehensif,yang berorientasi pengembangan dan pemeliharaan dan melayani seluruh peserta didik,dengan kerangka kerja utuh yang dapat di rumuskan ke dalam komponen-komponen berikut ini :

  1. Komponen Layanan Umum

Layanan yang bersifat antisipatorisbagi semua siswa yang di arahkan untuk pengembangan perilaku kemandirian sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangannya.

  1. Komponen Layanan Responsif

Layanan yang di maksudkan untuk membantu siswa memecahkan masalah (pribadi,sosial,akademik,karir) yang di hadapinya pada saat ini dan memerlukan pemecahan segera.

  1. Komponen Layanan Perencanaan Individual

Layanan untuk memfasilitasi siswa secara individual di dalam merencanakan masa depannya berkenaan dengan kehidupan akademik dan karir.

  1. Komponen Sistem Pendukung

Kegiatan yang terkait dengan dukungan manajemen, tata kerja, infra struktur (misalnya Teknologi informasi dan Komunikasi ), dan pengembangan kemampuan professional konselor secara berkelanjutan.

  1. Bidang –Bidang Pelayanan di Sekolah
  2. Bidang Kurikulum dan pengajaran

Bidang ini meliputi semua bentuk pengembagan kurikulum dan pelaksanaan pengajaran,yaitu penyampaian dan pengembangan pengetahuan, ketrampilan , sikap, dan kemampuan berkomunikasi peserta didik.

  1. Bidang Administrasi dan Supervisi

Bidang ini meliputi berbagai fungsi berkenaan dengan tanggung jawab dan pengambilan kebijaksanaan,serta-serta bentuk kegiatan pengelolaan dan administrasi sekolah seperti perencanaan, pembiayaan, pengadaan, dan pengembangan staf,prasarana dan sarana fisik, dan pengawasan .

  1. Bidang Bimbingan dan konseling

Bidang ini meliputi berbagai fungsi dan kegitan yang mengacu kepada pelayanan kesiswaan secara individual agar masing-masing peserta didik dapat berkembang sesuai dengan bakat, minat potensi dan tahap-tahap perkembangannya.

Walaupun ketiga bidang tersebut tampaknya terpisah antara satu dengan yang lain,namun semuanya memiliki arah arah yang sama. Yaitu memberikan kemudahan bagi pencapaian perkembangan yang optimal peserta didik.

Kebutuhan akan layanan bimbingan dan konseling akan terasa jika melihat berbagai keadaan yang terjadi di sekolah. Keadaan –keadaan yang di maksudkan misalnya adalah sebagai berikut :

  1. Terdapat berbgai masalah dalam pendidikan yang tidak mungkin diselesaikan oleh seorang guru.
  2. Dalam situasi tertentu kadang-kadang terjadi perselisihan atau konfilik antara siswa dan guru
  3. Sering di temukannya masalah-masalah pribadi siswa.

 

Atas dasar uraian tersebut di atas, jelaslah bahwa bimbingan dan konseling merupakan salah satu bidang kegitan dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan proses pendidikan yang secara terintegrasi bersama-sama dengan bidang administrasi dan bidang kurikulum mewujukan tujuan pendidikan,yaitu membaantu perkembangan peserta didik secara optimal sesuai dengan potensi,bakat,minat dan kemampuann peserta didik.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, 1995, Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SMU (seri Pemandu Bimbingan dan Konseling di Sekolah ),Jakarta

Mohamad Surya 1994, Dasar-Dasar konseling Pendidikan (Konsep dan Teori ), Bandung,Bhakti Winaya.

Prayitno dan Erman Amti,1995, Dasar-Dasar Bimbingan dan konseling, Jakarta, Rineka Cipta.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *