Rasionel Perlunya BK di Tinjau dari Perkembangan, Visi Misi, dan Paradigma

A.Perkembangan bimbingan dan konseling

            Gerakan bimbingan konseling lahir pada tanggal 13 januari 1908 di Amerika,dengan di dirikannya suatu Vocational bureau tahun 1908 oleh frank parsons yang untuk selanjutnya di kenal sebagai father of the Guedance Movement in American Education. Yang menekankan pentiungnya setiap individu di berika pertolongan agar mereka daapat mengenal atau memahami berbagai perbuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya dengan tujuan agar dapat di pergunakan secara intelijensidengan memilih pekerjaan yang terbaik yang tepat bagi dirinya.

            Eli Weaver pada tahun 1905 mendirikan komite dengan di ketuainya sendiri yaitu Students Aid Committee Of The High School di New York,bahwa Weaver menyimpulkan bahwa siswa butuh saran dan konsultasi sebelum mereka masuk kerja.Pada tahun 1920,para konselor sekolah di Boston dan New York di harapkan dapat membantu para siswa dalam memilih sekolah dan pekerjaan. Pada tahun 1920-an itu pula,sertifikasi konselor sekolah mulai di terapkan pada kedua kota tersebut. (Bimo Walgito,15:2010).

            Frank Parson menyatakan bahwa Bimbingan konseling bukan hanya sebatas pada bimbingan pekerjaan namun sebenarnya perkembangan bimbingan konseling merambah kebidang pendidikan (Education Guidance ) yang di rintis oleh Jasse B. Davis.dan sekarang di kenal pula adanya bimbingan dalam segi kepribadian. (Personal Guidance ).

            Miller (1961) meringkaskan perkembangan bimbingan dan konseling kedalam lima periode. Pada awal perkembangan gerakan bimbingan di prakasai ole Frank Parson, pengertian bimbingan baru mencakup bimbingan jabatan. Pada awal tahap ini, yang umumnya di sebut sebagai periode Parsoniam,bimbingan di lihat sebagai usaha mengumpulkan berbagai keterangan tentang individu dan tentang jabatan. Pada periode kedua,gerakan bimbingan lebih menekankan pada bimbingan pendidikan. Pada perode ketiga, pelayanan untuk penyesuaian diri mendapat perhatian utama. Periode keempat gerakan bimbingan menekankan pentingnya proses perkembangan individu. Pada periode berikutnya di tandai sebagai periode kelima,tampak adanya dua arah yang berbeda,yaitu kecenderungan yang lebih menekankan pada rekontruksi sosial (dan personal) dalam rangka membantu pemecahan masalah yang di hadapi indivu (Prayitno dkk,109:1999)

            Di Indonesia sendiri,praktek bimbingan konseling sebenarnya sudah lama berdiri nya organisasi pemuda Budi Utomo pada tahun 1908,hingga pada peride selanjutnya berdiri lah perguruan Taman Siswa pada thun 1922 yang di prakarsai oleh Ki Hajar Dewantara yang menanamkan nilai-nilai Nasionalisme di kalangan para siswanya. Pada tahun 1984 semula di sebut bimbingan dan penyuluhan (BP),kemudian pada kurikulum 1994 berganti nama menjadi Bimbingan dan Konseling (BK) sampai dengan sekarang. Dengan di adakannya konferensi FKIP seluruh Indonesia yang berlansung di Malang sejak tanggal 20-24 Agustus 1960,telah di putuskan bahwa bimbingan konseling masuk dalam kurikulum FKIP.

 

  1. Visi Misi Bimbingan dan Konseling
  2. Visi Bimbingan dan konseling

            Visi pelayanan bimbingan dan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalahagar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia.

  1. Misi bimbingan dan konseling

            Misi yang sangat penting,diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Misi pendidikan : memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.
  2. Misi pengembangan : memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik di dalam lingkungan sekolah,keluarga dan masyarakat.
  3. Misi Pengentasan Masalah : Memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.
  4. Paradigma Bimbingan Konseling

            Paradigma konseling adalah pelayanan bantuan psiko-pendidikan dalam bingkai budaya. Artinya pelayanan konseling berdasarkan kaidah-kaidah ilmu dan teknologi pendidikan serta psikologi yang di kemas dalam kajianterapan pelayanan konseling yang di warnai oleh budaya lingkungan peserta didik.

            Pada intinya paradigm bimbingan dan koseling meliputi hal berikut :

  1. Bk merupakan pelayanan psiko pedagogis dalam bingkai budaya Indonesia dan religious
  2. Arah bimbingan konseling mengembangkan kompetensi siswa untuk mampu memenuhi tugas-tugas perkembangannya secara optimal
  3. Membantu siswa agar mampu mengatasi nerbagai permasalahan yang mengganggu dan menghambat perkembangannya.

Pelayanan bimbingan dan konseling adalah salah satu bagian integral daripelayanan pendidikan di sekolah yang harus selalu di kembangkan. Untuk efektifitas pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah perlu di lakukan pendekatan individual,kelompok,dan klasikal secara terpadu.

Untuk itulah dukungan saran dan prasarana serta pembinaan dari instansi terkait di pandang sangat urgent guna mengubah paradigm bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak hanya mengatasi masalah saja ,melainkan lebih pada optimalisasi potensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *